HARI TANI NASIONAL TAHUN 2018

Sabtu, 22 September 2018 00:00 WIB

HARI TANI NASIONAL TAHUN 2018
Sabtu, 22 September 2018

“ Indonesia Darurat Agraria, Mau Dikemanakan Nasib Petani?”

Memasuki 58 tahun pasca penetapan Undang-undang Pokok  Agraria  (UUPA) No 5 tahun 1960 pada tanggal 24 september 1960 atau biasa diperingati sebagi Hari Tani Nasional, situasi agraria di negara ini belum sepenuhnya lepas dari corak feodalisme, kolonialisme dan kapitalisme, situasi tersebut menjadi anomalia sebab pihak yang terkait dalam darurat agraria ini adalah oknum kapitalis dan investor/pengusaha, sedangkan dalam UU 1945 pasal 33 ayat 3 yang berbunyi ”bumi, air, dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat”.

Indonesia sekarang sedang darurat agraria, yang dibuktikan dengan gencar-gencarnya pembangunan infrastruktur tanpa mempertimbangkan aspek sosial dan ekologi. Pada tahun 2015 terdapat 252 konflik agraria  dengan menyeret 108.714 kepala keluarga, dimana dalam 2 hari sekali terjadi konflik agraria di Indonesia. Selain hal tersebut  permasalahan-permasalahan  yang kini  muncul diantaranya pembangunan tol di wilayah lahan produktif. Adanya kebijakan baru yang mempermudah dalam perizinan, pengalihan fungsi lahan, pelanggaran terhadap hak warga, selain itu daerah lokal seperti malang sendiri tidak lepas dari permasalah agraria, diantaranya pembangunan Transmart yang belum mengantongi surat Izin Mendirikan Bangunan (IMB), pembangunan hotel didekat sumber mata air gemulo, dan konflik Kalibakar di Kabupaten Malang.

Permasalahn-permasalahan tersebut timbul tidak lepas dari aspek yang terkait dengan kekuasaan dimana perampasan dan monopoli kekayaan agraria terjadi di hampir semua sektor kehidupan rakyat.  Diketahui dari seluruh wilayah daratan di indonesia sebanyak 70 % dikuasai korporasi kehutanan dan sebanyak 30 % sisanya agraria , kesejahteraan masyarakat, ekologi dan hirarki sosial. Dewasa ini politik kebijakan agraria semakin tidak bersahabat dengan petani, sebab tanah dan kekayaan agraria lainnya telah diubah fungsinya menjadi objek investasi dan bisnis oleh pemerintah penguasa.

Penyebab terjadinya darurat agraria ini adalah sumber daya agraria sebagai komoditas dan sebagai ruang konservasi, dikuasai dan diambil alih pengelolaannya secara "Otoriter", kebijakan yang diambil pemerintah baik pusat dan daerah seakan-akan tidak memperdulikan hak-hak petani, serta adanya fenomena Land Reclaiming vs Land Grabbing yang kian memperkeruh nasib para petani.

Permasalahan agraria adalah permasalahan serius yang membutuhkan perhatian khusus dan kesadaran bersama. Saatnya kita bangkit dan rapatkan barisan bersama para pera petani mengawal isu-isu agraria yang melanda negeri ini. Mengapa harus diam jika gerakan anda dapat membantu masyarakat banyak...?

Saatnya bersuara...!

Saatnya Bergerak Bersama Petani...!

"Miskin Tanah di Negeri Agraris, Sampai kapan...?"

 

Departemen Kajian, Aksi dan Strategi
BEM FPP UMM 2018
Kabinet Spizaetus

 

 

 

Tanggal : 22 September 2018
Tempat : AULA MASJID lantai 1
Biaya : -

Shared: